Kuansing- Terkait pembuatan ruas jalan yang dibangun di Kawasan Hutan Lindung Bukit Bertabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau mendapat perhatian dari DPD LIRA Kuansing.
Ketua DPD LIRA Kuansing Boy Nopri Yarko Alkaren mengatakan, kepada awak media, Rabu malam (01/12/2021) via WhatsApp. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, dan memelihara kesuburan tanah.
Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan diluar kegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan untuk kegiatan yang mempunyai tujuan strategis yang tidak dapat dielakkan. Namun dalam hal ini pembangunan jalan yang diduga untuk jalur kegiatan ilegal loging jelas sangat bertentangan dan melanggar hukum. Jangankan membuat jalan, kata Boy, membuka kebun atau menebang pohon maupun tinggal di dalam kawasan hutan lindung saja dilarang.
Boy mengungkapkan kegiatan yang terjadi di Kawasan Bukit Bertabuh itu adalah kejahatan lingkungan yang tidak mempunyai hati, apalagi sampai membuat keruh air di salah satu destinasi utama masyarakat Kuansing di Guruh Gemurai.
kami juga dapat pengaduan bahwa yang bertanggung jawab atas pembuatan jalan ini di duga adalah salah satu pensiunan aparat kepolisian.
Untuk itu, Boy meminta kepada Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang baru saja mendapat gelar di Kuansing, sebagai Datuk Bandaro Alam yang memiliki arti Datuk yang menjaga alam, agar memberi perhatian khusus terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi di Kuansing ini.
Apalagi Kapolda dan jajaran sedang gencar-gencarnya memerangi aksi ilegal logging di Provinsi Riau. Sudah saatnya Kapolda turun kembali ke Kuansing untuk menangkap pelaku yang sudah berani membuat rusak kawasan hutan Bukit Bertabuh itu.
''Sudah saatnya Datuk Bandaro Alam Kapolda Riau turun kembali ke Kuansing untuk meninda pelaku yang berani membuat rusak kawasan hutan Bukit Bertabuh itu. Apalagi sudah berdampak dengan membuat keruh air dikawasan wisata andalan Kuansing Guruh Gemurai,'' imbau Boy Nofri Yarko Alkaren.